(pada putik)
ah, pintu sepi itu mulai menguak
menyajikan aroma kerinduan yang tak
hanya berputik
namun telah mekar meraya-raya
selanjutnya laut, bukit,
gunung, dan hutan akan mendawai sendu dalam waktu yang lama
entah
berapa purnama, mungkin berpuluh hingga menetaskan tahun
tapi aku dan
kau harus belajar pada rumpun bambu
meski diterpa angin dan hujan
tetap bertahan dan gemulai dengan akar yang berpaut teguh
/Lubuklinggau, 13082014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar