(pada putikku)
sudah waktunya, aku harus membiarkan perahumu berlayar mengarungi laut
lepas, anakku.
kembangkan layar, arahkan angin menuju pulau impianmu
jadikan debur ombak, derai hujan, dan kencang angin sebagai sahabatmu
gulunglah sekoci, kala badai menerjangmu
kau harus cekatan,manis
arahkan kompasmu pada kiblat yang akan menuntunmu hingga ke tepi
bentangkan sajadah, sujudlah
karena di sana beribu aksara yang harus
kau jadikan matra jiwa
berlayarlah
/Lubuklinggau, 12 Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar