Rabu, 07 Mei 2014

SEDETIK SAJA



 
Sedetik saja
kupinjam jubah merah
untuk kunikmati hangatnya darah
yang mengalir jernih
mermuara pada dadadada juang
Indonesia

Sedetik saja
kupinjam jiwa satria
yang menggelantung di keningmu
yang bidang menantang suci warna

Sedetik saja
menggamit bangkai meriang dalam liang
merapat dalam sepuluh jari
menutup muka
enggan bersewajah

Sedetik saja
di padang perdu merayap umat
bertelanjang bulat

Sedetik saja
kolam-kolam perubahan
mengajarkan mental tanpa dosa
menyebar spermasperma biadab
lalu menepuk dada
“aku perkasa!”

Sedetik saja!
/Lubuklinggau, 29 september 2013
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar