Sedetik saja
kupinjam jubah merah
untuk kunikmati hangatnya darah
yang mengalir jernih
mermuara pada dadadada juang
Indonesia
Sedetik saja
kupinjam jiwa satria
yang menggelantung di keningmu
yang bidang menantang suci warna
Sedetik saja
menggamit bangkai meriang dalam
liang
merapat dalam sepuluh jari
menutup muka
enggan bersewajah
Sedetik saja
di padang perdu merayap umat
bertelanjang bulat
Sedetik saja
kolam-kolam perubahan
mengajarkan mental tanpa dosa
menyebar spermasperma biadab
lalu menepuk dada
“aku perkasa!”
Sedetik saja!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar