EMAK
Emak
kemana ku harus
berteduh
ketika lindap
peradapan kering menggeranting
menyulut rimbun hutan
kita
liat tanah menyilau risau
membrangus perdu yang
meringkuk
menjerit
tak mampu berdiri
tegak
dahaga di air
berlimpah
Emak
pagarpagar kebun kita
yang gagah rapuh
membiarkan diri bercela
menggadai diri di kertas
seribu dua
menanam benih
menjadi darah
menjadi daging pada tubuhtubuh kerdil
berhati dekil
Emak
Suarasuara kita serak
basah
tindih menindih di
altar pesta
berebut mikrofon
bersikut
dengan perut dan dada
membusung
menjual mimpi hingga
ke lubang WC
di tanah berpasir
dinasti berdiri
mati rasa
lupa amanah
Emak
Suarasuara tuhan
telah berubah
berdiri di atas
tiang miring
timpang ke kanan
timpang ke kiri
tak sempat duduk
membujur
memicing mata
berbalut baju
keadilan
menghitamabukan
kebenaran
Emak
di rumah kita sudah
tak bertuhan
salah benar telah mengabu
Emak
biduk kita retak
dayung mengulai
hendak tenggelam
Emak!!!!
/Lubuklinggau,
28 september 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar