Rabu, 07 Mei 2014

EMAK



 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Emak
kemana ku harus berteduh
ketika lindap peradapan kering menggeranting
menyulut rimbun hutan kita
liat tanah  menyilau risau
membrangus perdu yang meringkuk
menjerit
tak mampu berdiri tegak
dahaga di air berlimpah
 
Emak
pagarpagar kebun kita yang gagah rapuh
membiarkan diri bercela
menggadai diri  di kertas  seribu dua
menanam benih
menjadi darah
menjadi daging  pada tubuhtubuh kerdil
berhati dekil
 
Emak
Suarasuara kita serak basah
tindih menindih di altar pesta
berebut mikrofon
bersikut
dengan perut dan dada membusung
menjual mimpi hingga ke lubang WC
di tanah berpasir dinasti berdiri
mati rasa
lupa amanah
 
Emak
Suarasuara tuhan telah berubah
berdiri di atas tiang  miring
timpang ke kanan
timpang ke kiri
tak sempat duduk membujur
memicing mata
berbalut baju keadilan
menghitamabukan kebenaran
 
Emak
di rumah kita sudah tak bertuhan
salah benar telah mengabu
 
Emak
biduk kita retak
dayung mengulai hendak tenggelam
 
Emak!!!!
 
     /Lubuklinggau, 28 september 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar