BELUM, AYAH
/1/
Belum kering, ayah
ketika peluh
bersimbah
mengalir deras di
poripori
tebal berhimpit debu
tertuai sepanjang
hari
meniti jalan tiada
tepi
bak semut besi
meliuk di titian
berlubang
bercanda bersama
angin
bersenda dengan terik
menggirik
bermain bersama nasib
hitam abuabu
/2/
tak pernah nasib
meminta, ayah
ketika perjalanan tak
hanya memintal risau
gulungmenggulung
bergulat dengan waktu
gilasmengilas
tersisip di antara perdu yang menyemak
mengangkat betis yang
terjinjing
telanjang di titian
berbatu
/3/
suarasuara mengerang
adalah lagu
keseharian
yang menguak dari
perutperut gelisah, ayah
tanpa biola dan
melodi penyejuk diri
seperti mimpimimpi
sua sang ibu peri
/4/
belum usai, ayah
ketika adzan timbul
tenggelam
mengajak diri untuk
sedikit rebah
menyejak jejak yang tak
parai
mencatat buram yang
tak pernah punya arti
/Lubuklinggau, 29 september 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar