Rabu, 07 Mei 2014

BELUM, AYAH



/1/
Belum kering, ayah
ketika peluh bersimbah
mengalir deras di poripori
tebal berhimpit debu
tertuai sepanjang hari
meniti jalan tiada tepi
 
bak semut besi
meliuk di titian berlubang
bercanda bersama angin
bersenda dengan terik menggirik
bermain bersama nasib hitam abuabu
 
/2/
tak pernah nasib meminta, ayah
ketika perjalanan tak hanya memintal risau
gulungmenggulung bergulat dengan waktu
gilasmengilas tersisip di antara perdu yang menyemak
mengangkat betis yang terjinjing
telanjang di titian berbatu
 
/3/
suarasuara mengerang
adalah lagu keseharian
yang menguak dari perutperut gelisah, ayah
tanpa biola dan melodi penyejuk diri
seperti mimpimimpi sua sang ibu peri
 
/4/
belum usai, ayah
ketika adzan timbul tenggelam
mengajak diri untuk sedikit rebah
menyejak jejak yang tak parai
mencatat buram yang tak pernah punya arti
/Lubuklinggau, 29 september 2013
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar