Kamis, 08 Mei 2014

RINDU



Hai!
Ternyata kota yang tak pernah kujadikan tempat menyimpan mimpi ini begitu ramah
meski dengan gigi yang bersela
sumringahnya tetap mekar di lembar daun yang mengering
selayak pagi yang mengejar sinar matahari, aku pun turut berpacu mengejar waktu ada kegelisahan yang akan terkalung esok
rindu dengan riak keruhmu
rindu dengan mersik daunmu
rindu dengan angin sepoimu
rindu dengan langit-langit yang samar berkelatu
sedikit helaan nafas, berhembus
Seakan kutemukan jenjang leher untuk kukecup
lalu memandangnya tanpa rasa
aku perlu sedikit penyedap rasa

/ Stasiun Dini Hari 1:37 WIB-Lahat 25/4/2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar