Hai!
Ternyata
kota yang tak pernah kujadikan tempat menyimpan mimpi ini begitu ramah
meski
dengan gigi yang bersela
sumringahnya
tetap mekar di lembar daun yang mengering
selayak
pagi yang mengejar sinar matahari, aku pun turut berpacu mengejar waktu ada
kegelisahan yang akan terkalung esok
rindu dengan riak keruhmu
rindu dengan mersik daunmu
rindu
dengan angin sepoimu
rindu dengan langit-langit yang samar
berkelatu
sedikit helaan nafas, berhembus
sedikit helaan nafas, berhembus
Seakan
kutemukan jenjang leher untuk kukecup
lalu
memandangnya tanpa rasa
aku perlu sedikit penyedap rasa
/ Stasiun
Dini Hari 1:37 WIB-Lahat 25/4/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar