Dini hari
melaju di atas ojek
bercengkrama dengan angin yang di kirim dari
Lematang
Sepi jejalan beriak lembut di atas kehidupan
malam; tukang bandrek, pengemis, ojek, asongan, menari di atas nasib yang harus
dituntaskan pagi ini
kerjab mata yang makin sayup, bermimpi
menunggu rupiah terselip di jari
Ku bawa sejuta sepi
Ku bawa sejuta sepi
sendiri
bercengkrama dengan rimbun perjalanan yang
membekas di setiap jejak kaki
hitam putih, biru, merah muda, bahkan abu-abu
pun tergores di atas kanfas catatanku
@Stasiun Dini Hari 1:37 WIB-Lahat 25/4/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar