Senja
bagiku adalah dinding-dinding sepi
yang akan
menyeretku pada alam sarat renungan
Angan
akan hilir mudik bagai kanopi
bermain
di alam sadar dan tak sadar
Kadang tersenyum
tertawa
pada akhirnya menangis
Meski helaan nafas telah diatur satu-satu
namun gemuruh dadaku selalu bersumbu padamu
Senjapun bagiku adalah dinding-dinding gelisah
yang akan
menyeretku pada laman resah
Lalu kusapa sebuah perjalanan
mengapa harus singgah?
/Silamapari,
1 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar