Kamis, 08 Mei 2014

MIMPI KITA



 
Ketika langit mengajakku bercengkarama
sudah kuungkapkan aku hanya inginkan bulan
untuk kupinang
lalu kudekap sedalam-dalamnya
bersama seribu bintang yang akan mengantarkan mimpi-mimpiku tentang kita
Masihkah angin meragukannya?
Atau harus kutulis semua dinding-dinding langit
dengan seribu makna hingga lelah
lalu pulas, dan masih dalam mimpi-mimpiku tentang kita?


Lubuklinggau, 2 Mei 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar