Ketika langit
mengajakku bercengkarama
sudah
kuungkapkan aku hanya inginkan bulan
untuk kupinang
lalu kudekap sedalam-dalamnya
bersama seribu bintang yang akan mengantarkan
mimpi-mimpiku tentang kita
Masihkah angin meragukannya?
Atau
harus kutulis semua dinding-dinding langit
dengan
seribu makna hingga lelah
lalu pulas, dan masih dalam mimpi-mimpiku
tentang kita?
Lubuklinggau,
2 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar