Selembar
daun jatuh; beristigfar bersama desing angin pagi yang sedikit kering
Aku menunggu lembar-lembar berikutnya
hingga dadaku penuh
lalu akan aku satukan untuk kubawa pulang
Setangkai ranting berbicara halus padaku;
'goreskan aku pada tanah, aku akan bantu
menorehakan tinta pada jantung bumi, untuk selalu bergetar seirama lafaz
istighfarmu yang syahdu'
Akupun
meyeka air mata
Silamapari,
1 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar