Aku mencari kebenaran pada jantung
yang kau detakkan
pada nadiku yang mengalir ke ubun-ubun
Aroma melati
menyusup hingga jauh ke relung yang paling dalam
Amboi
sekali lagi pada
senja; senja yang membawa kita pada pintu akhir yang siap mengatup segala kisah
Mengapa tidak kau
tangkurkan kala matahari baru terbit
dan aroma melati
itu masih segar bersentuhan dengan embun?
Aku tak melihat
gesahmu kala matahari mulai meninggi
Bahkan melati kau
biarkan mengering dipelataran suram
tak tersentuh sama
sekali
Lubuklinggau, 3 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar