Aku sudah mulai jenuh pada sengak aroma kopi
Setelah bertahun kupekat dalam larutnya yang
hitam
Sebatang cerutu kupatik
lalu
kubiarkan lumat dalam bara
Mengabu
Kugenggam
hingga reda
Bulan
pucat
Aroma
kopi berubah anyir
kuhirup
tanpa daya dengan perasaan luka
Aku
benci pada sabit yang mengintip
Mata
senjaku mulai lelah menyapanya
Ingin kuundang mendung, agar semua tak
terbaca
Meski
terlanjur berlembar-lembar catatan sudah kukhatamkan sejak pagi
Lubuklinggau. 6/5/2-14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar