Lindap
tanah masih lembab, berarom
Ketika tapak kerap kita melebur gelisah
Di rimbun dau
,beribu
kata mengulai luk
tersayat kata setia yang meruncing
Akankah lindap hutan senantiasa melindungi
kita dari terik?
Sementara
matahari kian hari kian garang membakar reranting yang meranggas pada ujung
Sekuntum bakung liar kau sunting, lalu kau
selipkan di telinga
Derai-derai kasihpun mengulum segala rasa hingga
bunga menjadi kelopak
kau pungut
lalu kau jadikan penghias taman hatimu
beku
Lubuklinggau,
5 mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar