genggamlah tanganku matahari
jangan biarkan
resah singgah
membiarkan tubuhku menggigil
denting biola yang kau dawai
di malam dua puluh tiga itu
adalah nyanyian alam yang menelusur jernih pada
nadi
adakah ungkapan lain selain pasrah menikmati dawai yang mengeliat di atas ranjang kita?
ah, riak gorden yang menari di sisi jendela tahu
arti kesetiaan
kabut pada malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar