Di cermin buram diri menepi
Wajah retak
Menyeret sajak dulu
‘ktika bapakku berdiri dengan wajah lugu
berselempang granat berbau meciu
hanya satu
merdeka!
Di cermin buram diri menepi
Wajah retak
Membakar jiwa memberontak
‘ktika kubur bapakku yang berlumut
memumbul
merah saga
hanya satu
khianat!
Di cermin buram diri menepi
Wajah retak
Tangis pedih berurai air mata
Menganak sungai ke sepanjang lereng dan
lembah
Hanya satu
Duka!
Wajahwajah retak berkarat
Berserak di pusara bapak ibuku
Bau amis darah menelaga
merah tanah saga membara
jiwa
suci ibu terluka
Bencana!
Wajahwajah retak berkarat
Duka bencana berseleweran penuh duka
Merdeka pun penuh luka
/Lubuklinggau, 1
Oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar