Kasih
telah kurabah jantungmu
masih berdenyut seperti kemarin
ketika nafas-nafas subuh mengeliat
terdampar di sepanjang jalan
menjilat di unjung lentera minyak yang bergoyang
mengukir garis di dinding bukit Sulap yang
senyap pandang
di antara remang pagi yang belum tumbuh
gigil menguliti
semangat
kutabur di atas semayur
menjulur
rupiah
sekedar segantang petas petang ini
Kasih
Telah kurabah jantungmu
masih berdenyut seperti kemarin
ketika
tangis sang bayi pecah
meminta hangat tetek ibunya
nafas melenguh di atas cinta
ya karena cinta
Kasih
terjalnya bukit Sulap
adalah sajadah
menggamit diri untuk ruku
menuai-nuai di pematang yang kadang sepi
dari hari yang mulai putik
hingga menguncup petang hari
Kasih
Meski lagumu senyap sunyi
denyut jantungmu jantungku harus selalu
menari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar