Rabu, 07 Mei 2014

TELAH KU RABAH JANTUNGMU





Kasih
telah kurabah jantungmu
masih berdenyut seperti kemarin
ketika nafas-nafas subuh mengeliat
terdampar di sepanjang jalan
menjilat di unjung lentera minyak  yang bergoyang
mengukir garis di dinding bukit Sulap yang senyap pandang

di antara remang  pagi yang belum tumbuh
gigil  menguliti  semangat
kutabur di atas semayur
menjulur  rupiah
sekedar segantang petas petang ini

Kasih
Telah kurabah jantungmu
masih berdenyut seperti kemarin
ketika  tangis sang bayi pecah
meminta hangat tetek ibunya
nafas melenguh di atas cinta
ya karena cinta

Kasih
terjalnya bukit Sulap
adalah sajadah
menggamit diri untuk ruku
menuai-nuai di pematang yang kadang sepi
dari hari yang mulai putik
hingga menguncup petang hari

Kasih
Meski lagumu senyap sunyi
denyut jantungmu jantungku harus selalu menari
/Lubuklinggau, 1 Oktober 2013
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar