Kamis, 08 Mei 2014

TUBIR MALAM


 
Kota Serelo
Masih mengeliat di tubir malam
makin kelam
kuhitung satu-satu tentangmu yang timbul tenggelam di riak Lematang yang keruh Sebuah catatan biru membekas pada dinding kota tua ini
Kota yang tak pernah kubayangkan akan berhias lampion-lampion suram yang kita rangkai bersama di bawah langit yang temaram
Di stasiun kereta, kuseret sedikit sepi
Menikmatinya sebagai santapan paling gurih malam ini.

/Lahat, 24 April 2014





Tidak ada komentar:

Posting Komentar