Ai..sudahlah
takkah kau dengar sumbangnya gementing angin
yang lalu lalang mengibas hidungmu yang bangir
menyusup di ruang dadamu yang mulai getar
dalam ragu
ai sudahlah
tak kah ingat takut pada perihnya derai ombak di buritan
membuih
lalu hilang tak berbekas
hanya camar nan menukik
menggoda matamu nan berair
lalu membiarkan gemasah gelisah
menyemak, tak bisa keluar
/Jakarta, 5 Nopember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar