Geliat malam
mengintai nuansah kelabu
bukan karena rindu...
di tengah sengak aroma parit
kubiarkan kekunang bernyanyi,
mengusir sepi
Daun jendela lah tersingkap hingga ke betis
mengukir ulasan di bibir hampa
ow, kau anggap aku apa jalang?
hingga kau kaparkan aku dalam rerumput menunggu?
dan menunggu syahdu
/Jakarta-Dini hari 6 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar