Minggu, 22 April 2012

SEBELUM DATANG; KESUNYIAN YANG PALING SUNYI & KEGELAPAN YANG PALING GELAP


           
Di padang asa kutabur benih
Kuingin tumbuh;
          Air kehidupan,
          Bayu kehidupan,
          Tonggak kehidupan,
          Cambuk kehidupan,
Hingga suatu saat dapat kusunting,
‘kan kujadikan penghias wajah kuyuh
bercermin pada angin buram
yang berhembus dari alif  hingga yah

Di ceruk telaga kutebar sauh
kuingin akan terjaring;
          Gemericah yang menirbuih,
          Reranting yang berserak,
          Tatal yang menari,
          Gemair  yang tumpah entah kemana
Hingga suatu saat dapat ku petik
Sebagai irama waktu yang lentik menari
mengoda telapak berlacak
pada separuh alif  hingga yah

Di bentangan bumi yang maha
Sepasang telapak menengadah ke langit tujuh
Mengharap sepercik wahyu  ‘tuk basuh tubuh  berpeluh
Lalu
Menghantarkannya kepelataran rumah kita;
yang tegak berdiri di atas bumi sepi yang  paling sunyi
           dan gelap yang pekat…”
Yang mengagah siang malam
Siap mendekap; dalam sepi yang  paling sunyi, gelap yang paling pekat…
         

                                      /Lubuklinggau, 23 April 2012





Tidak ada komentar:

Posting Komentar