Jumat, 20 April 2012

RAPAL UNTUK AYAH


Ayah
dalam remang yang merenggut kasih
kubentang syair rindu
yang bergelayut  di jantung hari
merimbun  di siang
hingga malam bertingkap kelam

Ayah
di pangkal kabut saat ini
buncah rinduku memancar dalam untaian doa
kurapal antara lebus dan tak
antara geliat tuk bertemu
atau hanya sekadar mengadu
mengembang
dan buhul di dadaku pun merapuh
mendesing gemair menjadi tirai gerimis senja ini

ayah
dalam rapal doa yang mendesak
rasakan getar-getar hitam di dadaku
anakmu tersungkur dalam satu asa sepi
bergelut pada suatu masa
di mana kau sangat tahu
aku hanyalah sisa kecewa yang berani hidup

Ayah
bukan kehendak melawan takdir
gelisah dan kerinduan tak sanggup ku genggam lama
aku masih jua terseret
pada tingkap laluku yang tak pernah dapat teraih


/Lubuklinggau, 21 April 2012






Tidak ada komentar:

Posting Komentar