KUURAI RESAH HINGGA LURUH MENERJANG WAKTU. KELAK AKAN MENJADI SAKSI, TENTANG PERJALANAN HIDUP, DAN PENCARIAN KE LEMBAH YANG ABADI - KEMATIAN
Jumat, 13 April 2012
KESAH
Pada dinding, cadas, dan hutan.Tlah kurangkai dalam keluh. Sepuh. Tentang pertapaan hitam nan panjang. Hingga kukencang berlari. Menembus dinding, cadas, dan hutan. Menjadi titik-titik bias yang akhirnya lenyap, dan jua angin bening menimpas. Pada dinding langit, awan, dan air. Tlah kuukir dalam peluh.dan sesak penuh. Lama. Tentang asa. Hingga kukulum kuncup, lumat. Menembus langit, awan, dan air. Menjadi titik-titik bias yang akhirnya lenyap, dan jua angin bening menimpas. Pada Arasy, kuteriakan sgala yang kurangkai, sgala yang kuukir, sgala yang kulumat, sgala penerimaan yang tak, sgala kepasrahan yang tak, kepatutan yang tak, hingga menembus lapis langit ke tujuh, pada lapis malam ketujuh, pada hitungan yang ke tujuh, dan tersungkur pada dasar kutuju.Ach!
/Lubuklinggau, 26 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar