Jumat, 13 April 2012

INDONESIAKU


Indonesia
Lahir diantara simbahan darah, air mata, dan nyawa
Indonesia
Adalah karya besar para kesuma bangsa
Aku,
Kau,
Adalah pewaris tata nusantara

Enam puluh satu tahun sudah*
Indonesia terbungkus kata ‘Merdeka’
Bukan usaha muda
Namun apa yang kini berwarna?
Pekik merdeka!
Terbenam dalam suram
Pertiwi berguncang….!! Berguncang!!
Jerit pahit mengambang di seantero jagad raya
Makin menjelaga di langit merah
Indonesiaku menangis dari Sabang sampai Merauke

Oiii….engkau yang menghirup udara tanah persada
Mengais rezeki di bumi pertiwi
Mengaku sebagai anak negeri
Pewaris tatah tanah ini
Tapi “Menjadi budak di negeri sendiri”
Merdekaku hilang arti

“Padamu negeri
Kami berbakti
Bagimu negeri…., jiwa raga kami….”

Alunan syair suci berubah hitam suram
Karena makna merdeka penuh jelaga

Indonesiaku….
terseok renta karena wajah miskin dan kebodohan
kian hari kian berona
maafkan kami kusuma….
Kami belum kerja apa-apa!

Salam perjuangan!!
/Lubuklinggau, 20 Agustus 2006

*sesuaikan dengan jaman.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar