Gelatik yang bernyanyi pagi ini
adalah dingin yang diam menyusup pori
kutepis dengan sebutir angin
dan sebatang janji
bak menampar ilusi
kuingin bianglala datang menghampiri
lelehkan kegilaan yang datang dari bongkah hitam di dalam bumi
Duhai,
jangan biarkan semerawut debu membalut tubuh
karena setumpuk warna putih selalu setia menanti
di sana
Biarkan gelatik berkicau kian kemari
karena kicaunya hanyalah persinggahan sepi
/Jakarta, 6 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar