Kamis, 23 Oktober 2014

KEMARO YANG HENING




Tuan Tsing!! Kukayuh perahu menuju dusun kecilmu, yang memencil kecil, memulau di Musi, tempat Hwanting dan Mahisa melabuhkan hati, merangkai cinta  pada pucukpucuk pagoda yang menangga

Tuan Tsing! Kemana pasir berbatu yang menghampar di sini? Ingin kubaca  tuah  guru Hyang yang menjemput nirwana bersama Bhatara Indra,  konon  mencipta  istana di empat pertemuan sungai bermuara 

Tuan Tsing! Bawa aku ke sana. Jangan biarkan ornament yang  meliar menyaksikan galauku mengombak di rumput kering, lalu mendamparkannya di sisi Kemaro. Membaca riak Musi,
membaca bidukbiduk, membaca pohonpohon,  pasirpasir,  menapabharatakan diri  berabad lamanya


Ah, Tuan Tsing!
langit menghening.
angin memusing
pasir mengering
musi tak bergeming


Tuan Tsing!
kau kubur aku pada hening yang paling


/Palembang, 15092014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar