Tuan
Tsing!! Kukayuh perahu menuju dusun kecilmu, yang memencil kecil, memulau di
Musi, tempat Hwanting dan Mahisa melabuhkan hati, merangkai cinta pada pucukpucuk pagoda yang menangga
Tuan
Tsing! Kemana pasir berbatu yang menghampar di sini? Ingin kubaca tuah
guru Hyang yang menjemput nirwana bersama Bhatara Indra, konon
mencipta istana di empat
pertemuan sungai bermuara
Tuan
Tsing! Bawa aku ke sana. Jangan biarkan ornament yang meliar menyaksikan galauku mengombak di
rumput kering, lalu mendamparkannya di sisi Kemaro. Membaca riak Musi,
membaca
bidukbiduk, membaca pohonpohon,
pasirpasir, menapabharatakan
diri berabad lamanya
Ah,
Tuan Tsing!
langit
menghening.
angin
memusing
pasir
mengering
musi tak bergeming
Tuan
Tsing!
kau
kubur aku pada hening yang paling
/Palembang,
15092014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar