Di kamarmu, masih tersisa aroma tubuhmu
Aku risau membuka tingkap
jendela yang sekeping
Aku khawatir angin nakal menghapus aromamu yang
lekat di dadaku
Pigura kanak-kanakmu mengingatkan aku pada manjah dan
lucumu
Duh, gadis kecil itu sekarang sudah menjadi besar dan memiliki
tekat baja untuk mengubah diri
menujukkan pada dunia 'aku bisa'
Catatan-catatan kecil riang menggantung dan bergoyang dalam zikir
Mengaminkan setiap aksara yang kau ukir\
Suara legkingan isengmu
menggoda putri berambut panjang, bergantian berteriak di dindingmu yang
ramai
Hei! setumpuk boneka lucumu diam membisu, seakan bertanya
'mana tuanku mama?"
Gadismu tengah berada pada satu tempat yang akan
menempahnya menjadi 'ada
/Lubuklinggau, 21 Agustus 2014
'@Catatan Sutina pada Putik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar