Bulan yang separuh belum sempurna, kasihku
Tapi hati kita seperti
dikerat dalam kegelisahan yang kerap mengubun
Ah, baiknya kita hiasi
saja rasa rindu kita dengan dawai-dawai bintang yang berpuisi dari
timur
Membiarkannya mengerlip meski tersapu awan hitam
Bukankah kita
berjanji akan selalu teguh dan tangguh?
Mari kita nikmati detak nadi
yang kadang berdebur kencang seperti ombak
yang kadang teduh seperti
telaga
Terkadang mendesau seperti padang ilalang
terkadang hening
seperti rimba
Sebab disanalah kita akan merasakan indahnya sebuah
kebersamaan
Lubuklingau, 21 Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar