kumekarkan senyum
kutatap bibir tipismu merekah menyapa pagi yang baru
tumbuh
kupeluk coklat matamu
engkau bagai maghnit
menyeretku
aku pun mengeliat
seiring riak Siak yang menghilir
suara
azdan yang memanggil membuatmu beranjak
kau tepis binar mata yang
kagum menatapmu
kubiarkan punggungmu berlalu di antara semak berbaju ungu
duhai
kubayangkan engkau rukuk rebah
khusuk di atas
sajadah
ruah dalam doa
sementara aku seperti ranting
disisihkan Siak ke
tepi
.@Istana Siak 14/9/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar