Selasa, 30 September 2014

KUPELUK COKLAT MATAMU

kumekarkan senyum
kutatap bibir tipismu merekah menyapa pagi yang baru tumbuh
kupeluk  coklat  matamu
engkau  bagai maghnit
menyeretku
aku pun mengeliat
seiring riak Siak yang menghilir
suara azdan yang memanggil membuatmu beranjak
kau tepis  binar mata yang kagum menatapmu
kubiarkan punggungmu berlalu di antara semak berbaju ungu

duhai
kubayangkan engkau rukuk rebah
khusuk di atas sajadah
ruah dalam doa
sementara aku seperti ranting
disisihkan  Siak ke tepi



.@Istana Siak 14/9/2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar