Salahkah
jika aku cemburu
pada sunting
yang melekat pada puncak mahkota rumahmu?
Setelah
berlembar-lembar waktu mengering
tanpa
tabuhan rejung , tadut yang merimbai di gelombang waktu
sebagai
penghias taman-taman kita yang serut
Untaian
ringit bersenda tiap sudut
dan
meneteskan air mata
Ada
pedih menetas, tanpa kutahu harus disimpan kemana
Kau terlalu
jauh untuk kuajak menghintung berapa banyak untaian
kata yang
meragu di sela daun
Atau kau
akan biarkan aku mati
berkubur
bersama ringitku yang tak selesai?
@Salam dini hari, 4/5/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar