Kujajaki
kembali dinding alam
dalam
rindu yang mengharu
tentang
legenda Bukit Sulap
yang
senantiasa menghiasi setiap sisi catatanku
Ai,
kemana suara satwa hutan?
Mengapa
hening bening?
Hanya
desah nafas lelah dan peluh yang membasah
Menguap
lembab di hutan yang terluka
Dulu aku
bermimpi; masih akan kutemukan jejak-jejak legenda
untuk
kuabadikan di sini
Tentang
Dayang Torek yang lenyap entah kemana
Tentang
Embun Semibar yang diam bertapa
Tentang
tangis di sela beting tebing
Tentang
putri Selendang Abang
Tentang
rimba, batu, pohon, dan angin yang menghilir ke lembah
Putri
Silampari dimana kau?
Tak kah
kau risau melihat bebatuanmu yang merebis
Hingga
perdu kecilpun menangis, tak mampu
bernafas untuk sekadar hidup?
Rinduku
kembali pulang
/Bukit
Sulap, 29 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar