Selasa, 01 Juli 2014

PUTRI SILAMPARI





Kujajaki kembali dinding alam
dalam rindu yang mengharu
tentang legenda Bukit Sulap
yang senantiasa menghiasi setiap sisi catatanku

Ai, kemana suara satwa hutan?
Mengapa hening bening?
Hanya desah nafas lelah dan peluh yang membasah
Menguap lembab di hutan yang terluka

Dulu aku bermimpi; masih akan kutemukan jejak-jejak legenda
untuk kuabadikan di sini
Tentang Dayang Torek yang lenyap entah kemana
Tentang Embun Semibar yang diam bertapa
Tentang tangis di sela beting tebing
Tentang putri  Selendang Abang
Tentang rimba, batu, pohon, dan angin yang menghilir ke lembah

Putri Silampari dimana kau?
Tak kah kau risau melihat bebatuanmu yang merebis
Hingga perdu kecilpun menangis, tak  mampu bernafas untuk sekadar hidup?

Rinduku kembali pulang


/Bukit Sulap, 29 Mei 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar