Sabtu, 05 Juli 2014

CATATAN TENTANG UMAK 3

Aku masih merindukan ayunan antan
belaggam
dentum-dentum di bawah tadah embun kita, Mak
memenuhi ruang dusun
hingga ke sisi hutan tepi pancuran 
lalu jemari-jemarimu yang mengeras
bagai serok mengais kopi yang ditumbuk

aku masih merindukannya, Mak
ketika nighu-mu merdetak-detak
memanggil angin
menetak sisa kulit kopi
lalu biji kopi akan bergulir di bake-bake kita
tersenyum kuning untuk di bawa ke kota

aku masih merindukannya, Mak
ketika puntung  kita menjulur
menjilat belanga besi
menghanguskan biji-biji kopi
lalu asap akan membumbung
meliuk-liuk
menebarkan aroma menyesak hingga dalam
menunggu air panas untuk meyedunya


/Kenangan di Bukit- 4 Juli 2014




Tidak ada komentar:

Posting Komentar