Sabtu, 24 Mei 2014

SISI SEPI

Mak
kemarau di langit buat sungaiku kering
Lekuk dan likunya melekang
Haruskah kucari mata air untuk sedikit membasahi bibir sungai? 
Ah, biarlah Mak, hanya itu milikku
Masih seperti dulu, denyut nadiku bertabuh di palung yang paling kering
Akan kunikmati hingga denyut itu pun berhenti sediri
menepi, sunyi, menunggu rinai
Akhirnya langkahpun surut, Mak. 

Mak, biarkan aku berkelana sendiri




/Lubuklinggau, 24 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar