Minggu, 25 Mei 2014

DIAM DAN MENEPI




Pada senja yang mengabu
kumaknai tentang lirikmu
mengambang  jauh
seperti desau di rimbun daun
timbul tenggelam di bawa angin

Haruskah aku percaya pada tiap kata yang tak bernyawa?
selayak kicau  burung di sela terik
kering
garing

Pada malam yang paling kelam
kugamit mimpi yang kemarin
pun sama
tetap angin yang mendesau
menampar-nampar daun jendela
lalu mengatupnya

lalu pada apa lagi?
kecuali berdiam diri
duduk dan menepi

/Senja, 25 Mei 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar