Pada senja yang mengabu
kumaknai tentang lirikmu
mengambang jauh
seperti desau di rimbun daun
timbul tenggelam di bawa angin
Haruskah aku percaya pada tiap kata yang tak bernyawa?
selayak kicau
burung di sela terik
kering
garing
Pada malam yang paling kelam
kugamit mimpi yang kemarin
pun sama
tetap angin yang mendesau
menampar-nampar daun jendela
lalu mengatupnya
lalu pada apa lagi?
kecuali berdiam diri
duduk dan menepi
/Senja, 25 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar