Mak
Cucuran jatuh dari bubungan
Basah lecah gemercik
Melukis harihariku sepi
Di ujung telekungmu yang
menguning
Kuraih sisa tobat kemarin
Yang sempat lesap di lipatan kain
Mak
Tak hendak diri menakdir
Di jeram kabut bukit Barisan
yang melintang rimbun
menggununggunung
Mak
selayak pematang sawah kita berlumpur
dan licin
padamu yang selalu menjagaku
siang malam dalam penyerahan
batinmu
kau singgahkan aku pada aroma
mantra sucimu
Mak
Masih adakah sisa untukku pulang?
/Silampari, 27 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar