Pada pancuran bambu di ujung dusun
cinta berkubur
sediam Dempo
sedingin embun
sebening kabut
pada jalan berbatu berliku
takdir menggores diri
berguncang
selayak Merapi yang menyembur
membasuh dusun kita
Pada nama yang lama terpenjara
sedih membukit
mengurai sedan bisu di bilik tua
kita
belangas resah
yang tak hendak tercipta
/Silampari, 28 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar