Butir (1)
Pada ujung waktu
Bolehkah aku menghayati tentangmu;
menikmati sebaris senyumu
berbalut halimun Dempo ketika itu
Bolehkah aku menghayati tentangmu;
menikmati sebaris senyumu
berbalut halimun Dempo ketika itu
Butir (2)
Langkah pun melaju ;
merajut raut yang tak teraut
sebait catatan tergerai
menjerami di jiwa kekanakan kita
Butir (3)
Bilakah tangkai ini akan
mematah
kala bening pagi selalu
menyapanya dengan mentari
yang ada hanyalah gelisah
akan ku apakan hari ini
Butir (4)
Setitik embun;
ketika sakral kata tumpah
angan pun melambung
menjaring mimpimimpi
ah biarlah ia indah menari sendiri
Butir (5)
salahkan kala lentera itu berpijar
kembali menerangi sudut bilikku
mengais debu yang melekat pada sebait puisi
yang tak sempat kau baca untukku
Butir (6)
seteguk kopi;
ketika satusatu datang
tatappun menancap di matamu
dan ku kagum itu
Butir (7)
Bejanapun kupaksa mengatup
membuang lembar-lembar
yang mengoyak ruang harap
mestinya aku selalu jadi batu
berdiam
menikmati irama alam
Butir (8)
Maka, kubiarkan dedaun mengering
setelah senyap sunyi terdampar di tubir hari
setelah senyap sunyi terdampar di tubir hari
/Lubukilinggau 22-2- mengatup pada 28-2
*Pada yang menggetarkan bumi dan jantungku, cukup aku saja yang tahu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar