Rabu, 07 Mei 2014

PADA SENJA 22 PALING SENJA PADA 2





Butir (1)

Pada ujung waktu
Bolehkah aku menghayati tentangmu;
menikmati sebaris senyumu
berbalut halimun Dempo ketika itu

Butir (2)


Langkah pun melaju ;
merajut raut yang tak teraut
sebait catatan tergerai
menjerami di jiwa kekanakan kita

Butir (3)


Bilakah tangkai ini akan mematah
kala bening pagi selalu menyapanya dengan mentari
yang ada hanyalah gelisah
akan ku apakan hari ini

Butir (4)

Setitik embun;
ketika sakral kata tumpah
angan pun melambung
menjaring mimpimimpi

ah biarlah ia indah menari sendiri

Butir (5)

salahkan kala lentera itu berpijar
kembali menerangi sudut bilikku
mengais debu yang melekat pada sebait puisi
yang tak sempat kau baca untukku


Butir (6)

seteguk  kopi;
ketika satusatu datang
tatappun menancap di matamu
dan ku kagum itu

Butir (7)

Bejanapun kupaksa mengatup
membuang lembar-lembar
yang mengoyak ruang harap
mestinya aku selalu jadi batu
berdiam
menikmati irama alam

Butir (8)

Maka, kubiarkan dedaun mengering
setelah senyap sunyi terdampar di tubir hari



/Lubukilinggau 22-2- mengatup  pada 28-2

*Pada yang menggetarkan bumi dan jantungku, cukup aku saja yang tahu


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar