Senin, 26 Mei 2014

MIMPI-MIMPI KECIL




Mimpi-mimpi kecil yang tumbuh di pucuk-pucuk teh
melayang hingga ke lembah
Terhempas, lalu kandas dibebatuan
Seekor seriti menatap lunglai
Tak tahu harus berucap apa
Mungkinkah esok akan mengubah cerita  seriang cahaya  matahari yang membias di sela rimbun daun?
Lalu tanganmu mengembang, mendekapku rindu seperti dulu?

O bukan, bukan itu yang kumau
Tapi kau harus dengarkan degup jantungku yang menangis dan tak mampu berair mata
Pernahkah kau peduli, lalu berusaha membalutnya dengan hangat sepenuh jiwa? Ah, mungkin karena waktu
Satu purnama sua kita masih terlalu muda
Kita telah kehilangan  jejak-jejak berpuluh tahun ke belakang
lalu membiarkannya ranggas tanpa bunga


 @Kumaknai dua kali senja dua satu/26 Mei 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar