Menyusuri jalan yang nyaris tak kukenal
Semuanya telah berubah
dulu
tangis pertamaku
pernah memecah jalan tanah merah dan licin ini
tapi kini
sudah berganti dengan aspal dan berbatu. Zaman memang
telah berubah. Hampir tiga windu
cukup lama
aku berusaha
mencari masa kanakku yang mungkin masih tersisa: bermain gasing, kelereng,
layang-layang, tamtambuku, atau petak umpet hingga ke sudut-sudut lorong?
oh, tidak! Aku bukan ingin mecatat kenangan masa kecil
yang nyaris terkubur itu tapi ada yang paling penting, menemuimu.
Pagaralam, 20/4/2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar