Kau benar
selayaknya aku tegar
Seperti karang-karang yang pernah kita titi di Sungai Suci
Menjadikan mayar-mayar kecil sebagai lentera hidup
Lalu meniti kegelapan dengan lantang terang
Tapi ke laut mana harus kukubur, sementara langit senatiasa melukis tentangku?
Aku tak pernah mampu bercerita kecuali pada angin
Lalu iapun akan mengembalikan dengan derai air mata
Gemuruh ombak, adalah nyanyian alam yang jauh menyeretku ke samudera
Mengombang-ambingkan rasaku yang sangat kau tahu
Duh, jangan kasihani aku meski kau tahu jerit perih luka hatiku
Di pucuk senja, entah darimana asalnya
jiwa beradu pada buritan yang kau biarkan terluka
hingga anginkupun berlabuh di sana
@Rafflesia, 10 Mei 2014
selayaknya aku tegar
Seperti karang-karang yang pernah kita titi di Sungai Suci
Menjadikan mayar-mayar kecil sebagai lentera hidup
Lalu meniti kegelapan dengan lantang terang
Tapi ke laut mana harus kukubur, sementara langit senatiasa melukis tentangku?
Aku tak pernah mampu bercerita kecuali pada angin
Lalu iapun akan mengembalikan dengan derai air mata
Gemuruh ombak, adalah nyanyian alam yang jauh menyeretku ke samudera
Mengombang-ambingkan rasaku yang sangat kau tahu
Duh, jangan kasihani aku meski kau tahu jerit perih luka hatiku
Di pucuk senja, entah darimana asalnya
jiwa beradu pada buritan yang kau biarkan terluka
hingga anginkupun berlabuh di sana
@Rafflesia, 10 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar