Kubawa
tubuh rebah mengupas lelah
di
atas roda besi yang membawaku pergi
menari
meliuk
meninggalkan
kabut berhujan kota kecilku
Angin
pagi mengintip malu,
menyapaku
dengan mata sendu
menitip
lagu angin dibantaran hijau daun
singgah
di atas tanah asing untukku
kujajak
liku jalan becek subuh ini
berderit
di atas roda tua
menyusur
Sudirman dengan legah
Gran Nikita
langkah
terhenti;
“Selamat
datang pejuang muda
Lukislah
dunia dengan aksara
Yang
akan diwariskan pada anak cucu
menunggu
sendu abdimu”
/Prabumulih,
4 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar