KUURAI RESAH HINGGA LURUH MENERJANG WAKTU. KELAK AKAN MENJADI SAKSI, TENTANG PERJALANAN HIDUP, DAN PENCARIAN KE LEMBAH YANG ABADI - KEMATIAN
Sabtu, 14 April 2012
SENANDUNG PAGI HARI
Pagi lembab
Mengerling pada satu tautan biru
Menyingkap tirai rindu
‘tuk selalu menatapmu
Satu
Kuingin dengar candamu
Yang lembut mendayu
Membukus kalbu dalam diam
Lamat
Menyongsong satu kehangatan
Sekejap saja
Di atas awan ku gantung asa
Tak satu sentuh kemunafikan
Membalur keikhlasan
Meski bersewajah tak kan tiba entah sampai kapan
Oh biarkan ‘ia’ bersenandung dalam gelisah dan resah
Memacu andrinalin yang bertandang
Dalam getar benang kehangatan
Meski hanya terjalin dalam kata
Yang bertaut menyisip dada
/Lubuklinggau,29 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar