Kutapuk pucuk dedaun yang merimbun
Berbenih cahaya cinta
Gemerlap di altar maya
Di sana kau dan aku becengkrama
Mekar dan berbunga
Ahai,
Tlah kau dan ku rangkai tembang cinta
Lamat, mendesah
Menerjang lautan nan maha
Melintas entah berapa Selat dan Samudra
Menggiring asa
Yang tersulam di dinding-dinding hari
Bertabur bintang dan pelangi
Rindu terkapar
meniti masa yang berlari
kau dan aku bermimpi
Biar ku ulur seutas jemari
‘tuk simpul gelisahmu yang beku
Sebab pucuk Kelud pun tahu
Pada setiap kerat tapak
Yang kita titi ditepian curam dan berduri
Meski jauh terbenam dalam angan
Kita biarkan sesat dalam kesadaran
Cinta tak patuh dengan jarak dan waktu
hasrat pun tumbuh
menyentuh tak tersentuh
Biarkan selimut rindu mekar
Dan rimbunnya gelisah terus bernyanyi
Menunggu esok pagi
/Lubuklinggau, 26 Maret 2012
*pada yang ada di lembah Wilis & Kelud
Tidak ada komentar:
Posting Komentar