KUURAI RESAH HINGGA LURUH MENERJANG WAKTU. KELAK AKAN MENJADI SAKSI, TENTANG PERJALANAN HIDUP, DAN PENCARIAN KE LEMBAH YANG ABADI - KEMATIAN
Sabtu, 14 April 2012
PANTAI CINTAKU
Pantai cintaku. Kulumat engkau dengan pandang rabun yang mengais perihbernyayi bersama ombakmu yang berdebur. Kudekap kau dalam-dalam. Karena hanya kau yang tahu, menyimpan segala kenangan yang bergulir di setiap pasir putihmu. Camar yang mengepak, biduk yang bercanda, debur ombak yang membuih , menjilat bibir pantai, yang berpasir putih, kulumat dalam-dalam, demi asa ku yang terpupus.
Pantai cintaku, sebatang filter yang menyelip di bibirku yang bergincu, meliuk jauh, melambung menembus awan, menari dalam irama yang tak ku tahu.
/Koalo, 15 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar