Jumat, 13 April 2012

CERITA UNTUK TUN 2


(i)
Tun..
bila kelam mengkerudung bumi
Menaburkan kidung satwa yang berderik
Biarlah kupandang langit
Kan ku hitung gemintang
Pengantar lelapku yang tak kunjung datang

Tun
Bila angin kembali berhembus
Menelisik nadi yang kian kering
Biarlah aku menangis
Kan kurenda duka hingga ke tepi
melingsirkan makna terperi

Tun
Saat ku jaga,
aku tak inginkan lagi temali menguntai
menjerat pautan yang jauh terputus
Ingatkan aku Tun,
Jika aku berada pada sisi ombak
Yang datang menirbuih
Mengkidung hasrat
menggamit riak
menjilat mimpi yang lama hilang

(ii)
Aku tak inginkan pekikikan camar, Tun
Karena aku rindu kesepian
Aku tak inginkan desau angin, Tun
Karena aku rindu keheningan
Aku tak inginkan awan, Tun
Karena aku ingin pulas diam

(iii)
Tun
Biarkan aku bersendiri
Mengukir hari
Kan kulukis pasir dengan warna hati
Membiarkannya menguap
Atau melesap ke bawah laut

(iv)
Tun...
Bila senja tiba
Biarlah pantai ini tetap bercerita
Tentang sunyi yang sepi
Tentang gelap yang pekat
Tentang riak yang berombak
Tentang alam sunyi, menggeliat dan hitam pekat

/Silampari, Akhir Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar