KUURAI RESAH HINGGA LURUH MENERJANG WAKTU. KELAK AKAN MENJADI SAKSI, TENTANG PERJALANAN HIDUP, DAN PENCARIAN KE LEMBAH YANG ABADI - KEMATIAN
Jumat, 13 April 2012
BAPAK PRESIDEN
BAPAK PRESIDEN
Bapak Presiden yang terhormat,
berapa pancang kau tancap tiang
menyangga garuda yang terkulai
berapa bila kau asah belati
penyembelih pahlawan;
yang merayap ke negeri seberang
mengais sampah untuk makan
Bapak Presiden yang terhormat,
nyalihmu tak sebesar kutu kasur
yang kenyang penghisap darah
menancapkan taringtaring halus
rakus!
Bapak Presiden,
terpaksa ku akui jua
kau tetap bapak Presiden
yang pandai main petak umpet
di balik pagar-pagar rapuh
/Lubuklinggau, Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar