Setelah jauh aku tersesat: Menyusuri pekat hitam
rimba angan,
semak yang menjerat sejuta impian, arus yang menggerus nafsi
birahi.Izinkan aku kembali pulang. Tak sekedar menyandarkan
kening tipis dalam
ruku’ dan sujud. Namun kuingin hirup
wewangian kesturi, menyeruput susu di
sungai Jannah, yang
menyembul di antara
Marjan penghias sisi Firdaus yang maha.
Izinkan aku pulang, sebelum selembar
mori membalut tubuh
dosaku, mengantarku ke pintu liang keabadian. Menanti
akhir
peradaban. Atau serunai sangsakala membangkitkan seisi
perut bapak ibuku.
/Silampari,
28 Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar