Aku enggan untuk kembali bercerita
tentang keakuan dan kebodohan
yang menggadai senutai sipu demi satu keyakinan
muskil
biarlah ia melesap ke dalam laut
seperti senja itu
bersama angin buritan yang tak bersahabat
mengantarkan geram malamku
Aku enggan untuk kembali menyapa
tentang seutas temali rapuh yang bertaut diujung tumpul
biarlah segala sesak ku kulum
lumat
dan menguburnya ke dalam bumi
bersama gigil sepi matiku
Aku enggan untuk kembali bersuara
atau melukisnya dalam kata
karena semuanya 'tlah ku usir jauh
meliuk bersama asap menuju awan
dan kau pun ada dalam tiada
/Bumi Rafflesia, 16 April 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar