Selasa, 17 April 2018

PEREMPUAN TAPA


Engkaulah perempuan tapa
Peniti tebing kehidupan sejati
Perenda hari
Perangkai mimpi

Di tengah hiruk-pikuk pelataran sudut kota
Merenung sendiri
Merangkai mimpi di senja kuning
Menggantungkannya di langit
Lalu menyimpannya diam-diam

Di seberang jalan
Sekelompok orang sibuk berdebat
Bercengkrama dengan suara lantang
Meneriakkan yel-yel kemenangan
Berebut simpati dan perhatian

Perempuan tapa
Menyimpan luka
Menatap kanak berebut permen yang dihamburkan
Sementara musim
Selalu menjeritkan hujan yang menangis



/10042018
*Perempuan tapa di pasar Bukit Sulap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar