Engkaulah perempuan tapa
Peniti tebing kehidupan sejati
Perenda hari
Perangkai mimpi
Di tengah hiruk-pikuk pelataran sudut kota
Merenung sendiri
Merangkai mimpi di senja kuning
Menggantungkannya di langit
Lalu menyimpannya diam-diam
Di seberang jalan
Sekelompok orang sibuk berdebat
Bercengkrama dengan suara lantang
Meneriakkan yel-yel kemenangan
Berebut simpati dan perhatian
Perempuan tapa
Menyimpan luka
Menatap kanak berebut permen yang dihamburkan
Sementara musim
Selalu menjeritkan hujan yang menangis
/10042018
*Perempuan tapa di pasar Bukit Sulap.
Merenung sendiri
Merangkai mimpi di senja kuning
Menggantungkannya di langit
Lalu menyimpannya diam-diam
Di seberang jalan
Sekelompok orang sibuk berdebat
Bercengkrama dengan suara lantang
Meneriakkan yel-yel kemenangan
Berebut simpati dan perhatian
Perempuan tapa
Menyimpan luka
Menatap kanak berebut permen yang dihamburkan
Sementara musim
Selalu menjeritkan hujan yang menangis
/10042018
*Perempuan tapa di pasar Bukit Sulap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar