(pada bidadariku)
Ingin mengecup keningmu
membelai rambut dan punggungmu
lalu membiarkan
tangismu kembali tumpah di dadaku
Ini baru perjalanan kecil, sayang
masih panjang tapak yang harus kita titi
tidakkah kau lihat perjak
kecil yang hinggap di pohon sawo halaman rumah kita?
meski tak dapatkan
ulat dan serangga untuk dimakan
namun suaranya masih nyaring merdu
menyanyikan lagu alam terindahnya
sebagai ungkapan jiwanya yang tak
pernah kosong
mari, kita sujud bersama
karena tangis yang paling baik
adalah tangis ketika kita bersyukur atas apa yang diberikanNya pada
kita.
/Lubuklinggau, 9 Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar