Selasa, 30 September 2014

PERJALANAN KECIL

 (pada bidadariku)

Ingin mengecup keningmu
membelai rambut dan punggungmu
lalu membiarkan tangismu kembali tumpah di dadaku

Ini baru perjalanan kecil, sayang
masih panjang tapak yang harus kita titi
tidakkah kau lihat perjak kecil yang hinggap di pohon sawo halaman rumah kita?
meski tak dapatkan ulat dan serangga untuk dimakan
namun suaranya masih nyaring merdu
menyanyikan lagu alam terindahnya
sebagai ungkapan jiwanya yang tak pernah kosong
mari, kita sujud bersama
karena tangis yang paling baik adalah tangis ketika kita bersyukur atas apa yang diberikanNya pada kita.


 /Lubuklinggau, 9 Agustus 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar