denting senar yang mendawai di dada semakin lama semakin sumbang
gelisah memuncak pada rasa nyeri
ah, entahlah
kemana kan
mencari obatnya
sementara udara gigil menganakkan peluh
Sutina mulai
melangkah goya
menembus kabut dengan perasaan luka
/Silampari. 3092014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar